Pastikan Anda Ter-PUAS-kan !

Posts tagged “arung jeram

Ingin Rafting? Perhatikan 7 Hal Ini!


Saat ini olahraga pemicu adrenalin, seperti arung jeram atau rafting tengah marak di kalangan masyarakat. Agar rafting terasa aman dan menyenangkan, sebaiknya Anda memperhatikan 7 hal yang harus dilakukan sebelum memulainya.

Olahraga ekstrem yang memicu adrenalin sangat digemari masyarakat dan dipilih sebagai wisata berakhir pekan. Di samping menarik, wisata ini dianggap bisa melepas kepenatan setelah lima hari bekerja.

1. Cari tahu tentang sungai

Sebelum pergi ke lokasi rafting, cari tahu dulu informasi mengenai sungai yang akan Anda lalui. Informasi yang dicari bisa berupa deras arus, panjang sungai yang akan dilalui, jenis bebatuan dan zona-zona ekstrem. Ini akan membantu Anda untuk mengetahui medan yang akan dihadapi.

2. Makanlah 2-3 jam sebelum rafting

Hal lain yang perlu diperhatikan sebelum rafting adalah mengisi perut. Rafting adalah olahraga yang akan menghabiskan banyak tenaga. Jadi, jika tidak ingin kehabisan tenaga, makanlah terlebih dahulu. Tapi ingat, jangan makan tepat sebelum memulai rafting karena bisa menyebabkan Anda mual-mual bahkan muntah. Makanlah 2 atau 3 jam sebelum memulai.

3. Lakukan Pemanasan

Selama rafting, akan ada banyak hal terjadi. Anda bisa saja diharuskan lompat atau berenang tiba-tiba. Agar tidak terjadi cedera otot, lakukanlah pemanasan 10-15 menit sebelum memulai rafting. Ini penting untuk melenturkan otot.

4. Perhatikan fasil
itas yang ada

Selain pemanasan, Anda harus memerhatikan dengan benar kelengkapan yang digunakan. Contoh penglengkapan standar yang harus Anda kenakan adalah helm dan pelampung. Pastikan juga helm terpasang dengan baik. Jangan sampai terlepas ketika Anda mengarungi derasnya sungai.

5. Dengarkan instruksi dengan benar

Nah, ini dia yang paling penting, dengarkan instruksi pemandu sebelum berarung jeram. Perhatikan hal-hal apa saja yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Jangan sampai Anda kebingungan ketika berada di tengah-tengah sungai yang berarus deras.

6. Jangan panik bila perahu terbalik

Kejadian yang paling sering terjadi ketika berarung jeram adalah perahu karet yang digunakan terbalik. Jika Anda mengalami ini, jangan keburu panik. Tenanglah karena pelampung yang dikenakan akan membuat Anda mengapung. Selain itu, sikap panik yang dikeluarkan malah bisa membuat Anda terbawa arus. Berbahaya bukan?

7. Gunakan pemandu yang terpercaya

Setiap kegiatan arung jeram biasanya menggunakan paket yang disediakan agen tertentu. Nah, pastikan agen yang digunakan adalah agen profesional dan telah Anda ketahui kualitas kerjanya. Jika ada warga lokal yang menawarkan paket arung jeram, sebaiknya Anda tetap menggunakan paket resmi atau agen yang telah dipercaya. Ini berhubungan dengan kenyamanan dan keselamatan selama kegiatan arung jeram berlangsung.

 

Sumber : Detik.com


RAFTING PACET MOJOKERTO


Pacet adalah sebuah wilayah kecamatan yang terletak di Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Wilayah Kecamatan ini terletak di sebelah timur Kota Mojokerto, berbatasan dengan kecamatan Trawas di bagian timur, kecamatan Kutorejo di utara, kecamatan Gondang di barat dan bagian selatan berbatasan dengan hutan wilayah Batu.

Pacet berada di daerah dataran tinggi karena, yaitu ± 600 m dari permukaan laut.
Oleh karena itu, menempatkan Pacet sebagai daerah wisata yang perlu diperhitungkan khususnya di Jawa Timur. Dan lokasi tersebut diatas merupakan pilihan lain tempat wisata bagi penikmat panorama alam yang sejuk dan bebas polusi.

Pacet selain dikenal sebagai daerah wisata juga merupakan daerah pertanian yang cukup subur, karena terletak di antara tiga gunung berapi. Pacet pernah menjadi salah satu daerah penghasil bawang putih terbesar di Jawa Timur setelah Batu, sebelum maraknya serbuan bawang putih impor dari Tiongkok yang lebih murah.

Selain tepat wisata pemandian air panas dan air terjun serta wana wisata, saat ini telah hadir tempat wisata bagi anda yang ingin mencoba tantangan derasnya arus sungai Kromong,, yaitu mencoba wisata arung jeram di Pacet Rafting.

Tempat wisata arung jeram – Pacet Rafting resmi beroperasional di bulan Maret 2010, dengan lokasi basecamp di kawasan wisata alam Bandulan, dan sungai yang digunakan Pacet Rafting untuk melakukan wisata arung jeram adalah singai Kromong.

Tantangan lain bagi anda yang tigak takut dengan ketinggian, maka tidak kalah menariknya juga mencoba wahana wisata outbound seperti flying fox,  pengalaman aktivitas meluncur dari ketinggian dengan menggunakan peralatan dengan standart keamanan untuk aktifitas alam bebas/pendakian.

Bagaimana ? Tertarik Untuk mencoba ?

INFORMASI DAN RESERVASI HUBUNGI MARKETING KAMI:
(031) 71453654, 0817585446, 081357225708, 081515512808


Arung Jeram Malam Hari, Kenapa Takut?


arung jeram,travel“Berbaris, empat orang ke belakang!” seru seorang pemandu dengan logat Sunda pada saya dan rombongan berisi 38 orang. Dengan tertib, kami ikuti perintahnya. Setelah lengkap tiap barisnya, si pemandu bertubuh gempal itu memanggil dua nama pemandu lain, “Ato dan Yana, tolong bimbing barisan ini,” katanya sambil menunjuk saya di depan barisan.

Muncullah dua pria, satu sudah tua berumur 50-an dan bertelanjang kaki dan satu lagi berusia 30-an. Inilah dua penyelamat kaki untuk arung jeram malam hari atau lebih dikenal dengan Night Rafting di Sungai Citarik, Sukabumi, Jawa Barat. Dibanding arung jeram siang hari yang cukup dengan satu pemandu di tiap perahu karet, night rafting mewajibkan dua pemandu.

Satu pemandu mengarahkan perahu di bagian belakang dan satu lagi di bagian depan menerangi jalur kami dengan head lamp. Minimya pencahayaan ini membuat pihak operator memberi tambahan alat keselamatan di tubuh kami para peserta. Selain helm, pelampung, dan dayung, kami diberi batangan kecil berwarna cerah yang bercahaya saat diketuk-ketuk ke benda keras (phospor stick).

Terserah ingin diletakkan di mana batangan itu, dijadikan gelang, digantung di pelampung, atau diletakkan dihelm. Yang penting terlihat pancaran cahayanya. Dayung dan helm yang saya gunakan pun ditempeli kertas spot light yang berpendar bila terkena cahaya. ”Biar terlihat saat nanti ada yang jatuh ke air,” kata Ato, pemandu yang lebih tua dengan pengalaman 15 tahun.

Perlahan, Ato dan Yana mengarahkan kami perahu karet bernomor ’51’. Rekan-rekan rombongan lain sudah menanti di atas perahu yang masing-masing berisi empat peserta dan dua pemandu. Tak ada yang boleh berangkat lebih dulu selain perahu milik petugas penyelamat.

Perlahan, iringan rombongan kami bergerak. Hanya 200 meter pengarungan dimulai, arus mulai mengamuk ke tubuh perahu. Adrenalin mulai menjalar dan membuat kami berteriak takut bercampur senang. Pak Ato dengan susah payah mengarahkan kapal agar tidak menabrak batu-batu besar yang nampak angkuh di tengah arusnya jeram.

Sesekali perahu kami masih juga tersangkut di batu berukuran 3-4 meter. Bahkan tanpa sengaja Pak Ato malah menabrakkan kami ke perahu kayak yang berisi petugas penyelamat. “Maaf ‘sob!Salah jalur,” kata Pak Ato pada si petugas yang hanya bereaksi dengan lambaian tangan.

Belum puas tenggorokan menjerit, kami harus berhenti di dua titik.”Check point, agar perahu rescue bisa jalan lebih dulu di depan,” jelas Pak Ato. Selain itu, check point itu jadi titik persiapan para peserta untuk berfoto. Karena beberapa meter di depannya sudah bersiap lampu tembak dan dua juru kamera yang siap mengabadikan pengarungan malam para peserta.

Pak Ato memilih bersabar dan menyuruh perahu-perahu lain untuk maju lebih dulu. Hingga tersisa kapal kami dan kayak kecil berisi seorang tim penyelamat. “Sabar saja dulu, paling terakhir tidak apa-apa, biar fotonya bagus.” Kami pun mengangguk setuju dengan penjelasan itu.

Tak lama, perahu kami pun bergerak menuju sumber cahaya tercerah malam itu; tiga lampu tembak dengan dua juru kamera berzig-zag di antaranya. Lupakan dingin dan takut, gaya narsis pun dikeluarkan.

Night Rafting bukan hal baru dalam dunia arung jeram. Ryan Syahrajaprima, Marketing Komunikasi Arus Liar, menyatakan jika program ini sudah mereka buka sejak 1995. Namun, sepinya peminat membuat program ini jarang diadakan secara reguler. “Rafting malam itu adrenalinnya beda, tidak setiap orang pula bisa mengendalikan rasa takut masing-masing,” kata Ryan saat ditemui Minggu (1/1) soal alasan peminat yang sepi.

“Padahal ini ngga berbahaya selama peralatan dan safety-nya sesuai taraf internasional. Kemudian guide (pemandu) juga tidak sembarangan.”

Pemandu di Arus Liar, tambah Ryan, sudah mendapat sertifikat IRF (International Rafting Federation) dari Belanda. Pemeriksaan mata pun dilakukan tiap dua minggu sekali karena inilah indera terpenting dalam pengarungan malam hari. “Ketakutan night rafting hanya satu, ketagihan!,” kata Ryan lalu tergelak. (Zika Zakiya)

Sumber


Tips Arung Jeram (Rafting)


Arung jeram atau dalam bahasa lain dan lebih terkenalnya adalah rafting, memerlukan kekompakan dalam tim, karena arung jeram adalah kegiatan yang melibatkan banyak orang, tak mungkin sendirian, karena jika sendirian di sebut tukang pancing! Kegiatan alam yang cenderung menjadi wisata sungai ini memerlukan strategi untuk aman. Nah ada beberapa cara agar aman dalam ber arung jeram.

Kenali kemampuan diri anda. Jika kemampuan berenang anda minim, pilihlah lokasi kegiatan arung jeram yang tidak menuntut anda memiliki kemampuan berenang.

Gunakanlah selalu pelampung dan helm saat anda berada di atas air maupun saat beristirahat sejenak di pinggiran sungai.

Waspadalah terhadap segala bahaya yang ada di sungai atau tempat sekitar arung jeram, dan persiapkan diri menghadapi kemungkinan bahaya itu.

Mintalah pada skipper untuk menghentikan kegiatan jika terjadi hujan deras atau jika anda dalam pengarungan. Segera tepikan perahu, tunggu sampai hujan berhenti dan debit air kembali normal.

Gunakanlah sepatu olahraga atau sandal gunung selama mengikuti kegiatan arung jeram.

Pasanglah pengait jika anda memakai kacamata.

Jangan mengenakan pakaian dan bahan banyak menyerap air sehingga memberatkan anda, kenakanlah pakaian dari bahan lycra, neoprene atau parasut.

Ikatlah rambut anda dengan baik, jangan biarkan tergerai.

Pakailah sunblock untuk menghindari sunburn dengan SPF yang sesuai dengan kulit anda, oleskan secara merata dan jangan dioleskan pada dahi dan lipatan lutut.

TinggaIkan segala barang berharga anda seperti perhiasan. jam tangan, HP dan kunci kendaraan pada tempat yang aman.

Bawalah barang – barang yang diperlukan selama dalam pengarungan. Pastikan barang – barang itu terbungkus kantong plastik sebelum memasukkannya ke dalam dry bag, serta pastikan pula dry bag yang dibawa dalam kondisi yang baik dan terikat pada perahu selama pengarungan.

Pastikan diri anda tidak berada di bawah pengaruh alkohol dan obat – obatan sebelum memulai kegiatan. Jangan memaksaka diri mengikuti kegiatan jika anda masih dalam masa pengobatan atau perawatan.

Pastikan bahwa anda telah mengerti sepenuhnya tentang cara, teknik dan instilah yang diberikan saat safety talk sebelum anda memulai kegiatan. Jika merasa ragu dan belum memahami, jangan malu meminta trip leader atau skipper untuk menjelaskan kembali.


Istilah-istilah dalam arung jeram


Arung jeram, kegiatan bersentuhan dengan alam yang menyenangkan bagi penggiat alam bebas, walau kadar bahayanya cukup tinggi, tetapi dengan menguasai tehnik dan mengenal jenisnya, maka segala hal yang berbau resiko bisa di minimalisir. Nah apa saja jenis arung jeram itu?

Ini sedikit penambah pengetahuan tentang istilah dalam arung jeram ( Rafting ).

  • Edy atau edies adalah kondisi air yang tenang di pinggir sungai. Edy terbentuk karena adanya batuan, belokan dipinggir sungai ataupun pada ujung hilir delta sungai atau ada batuan besar di pinggir sungai. Adanya batuan tersebut mencegah arus besar melewati jalurnya sehingga air tenang. Penjelasan mudahnya jika biasanya arus mengalir dari hulu ke hilir maka arus edy mengalir dengan arah yang berkebalikan yaitu dari hilir ke hulu. Tidak hanya itu, pada ujung hulu, aliran ini tertahan oleh batuan besar / halangan lain misalnya pondasi kaki jembatan di tengah sungai atau bibir sungai itu sendiri ( pada belokan sungai ). Edy banyak dimanfaatkan untuk istirahat, parkir perahu, karena bentuk alirannya yang berlawanan arah dan adanya penahan pada ujung aliran membuat perahu tidak terus hanyut ke hilir.
  • Drop, terbentuk karena terjadi penurunan dasar sungai seperti bentuk tangga/undak menurun pada dasar sungai tetapi tidak terlalu besar. Jika beda ketinggiannya terlalu besar ( seperti air terjun kecil maupun besar ) disebut hidrolik, dan ini bisa berbahaya karena ada tekanan besar ke dasar sungai sebelum aliran dilemparkan lagi ke permukaan terus ke hilir. Aliran ini dapat membuat perahu tersedot ke dalam air.
  • Double drop, terbentuk karena arus sungai melewati atau melampaui batuan besar. Disebut double drop karena bentuk arus yang menyerupai terjunan besar dan berurutan. Double drop dapat membuat perahu kehilangan keseimbangan. Jika perahu tanpa kayuhan melalui double drop yang besar, perahu bisa tertarik terus ( tertahan) dan tidak bisa keluar. Untuk dapat melewati double drop dengan aman dan nyaman, para rafter harus mengikuti perintah skipper atau pemandu sungai.
  • Standing wave, arus yang bentuknya menyerupai gelombang laut. Meski tidak besar dan tinggi namun dapat memaksa perahu melompat – lompat dan mengayun ke depan dan ke belakang. Arus semacam ini akan lebih seru jika dilalui dari depan, namun demikian banyak harus dihindari bila datangnya dari arah samping, karena besar kemungkinan menyebabkan perahu terbalik. Arus semacam ini tetaplah liar karena jarak dan irama gelombang yang tak terukur. Saat perahu masuk jeram sempit, arus yang dibentuk oleh benturan – benturan dinding sungai atau batuan besar di kanan kiri jalur, akan sangat mengasyikkan meski harus tetap diwspadai, contohnya Jeram Budil Progo Bawah dan Jeram Godbless Pekalen Bawah. Standing wave yang rata dan panjang dapat dinikmati di Sungai Serayu dan Progo Bawah saat musim hujan tiba. Jika perahu jatuh di kawasan standing wave, yang paling penting untuk diperhatikan adalah tidak panik. Prinsip yang tetap harus dipegang adalah membelakangi arus dan kaki dinamis.
  • Turbulence, merupakan gelombang berpusar di bawah permukaan air yang biasanya terbentuk karena kedalaman sungai yang dihiasi batuan besar atau jatuhnya air dari ketinggian sebelumnya, misal air terjun atau air jatuh dari dam. Pusaran air akan menyedot perahu jika perahu tidak mempunyai daya dorong ke depan. Oleh karenanya, “dayung kuat” adalah perintah skipper untuk menghindari jebakan turbulensi di bawah jeram. Jebakan turbulensi cukup berbahaya jika para rafter terjatuh di dalamnya, karena biasanya badan tidak bisa keluar dari jebakan ini. Jeram akan terus menyedot badan perahu, sehingga sebaiknya para rafter justru harus mengikuti arus bawah dan jangan dilawan. Kemudian buat formasi bola, yaitu tekuk tubuh dalam – dalam, setiap orang saling memegang dan merangkul sehingga membentuk bola hingga perahu terdesak ke dasar sungai. Begitu mendapat pijakan, langsung jejakkan perahu ke atas sekuat mungkin agar menuju permukaan.
  • Undercut, merupakan arus memotong yang sangat ditakuti di setiap kegiatan arung jeram, meski para rafter tidak selalu menemuinya di semua sungai. Banyak yang berpendapat bahwa apapun yang masuk ke dalam arus undercut tidak akan bisa keluar, termasuk manusia. Di permukaan undercut terlihat seperti pusaran ringan, namun sebenarnya arus ini berputar cukup keras di bagian dalam. Di lapangan, bentuk spesifik undercut sulit untuk diprediksi kecuali ketika sungai surut atau kering. Selain turbulensi arus yang kuat, faktor lain yang membuat perahu sulit keluar dari undercut adalah adanya halangan berupa akar pohon ( jika letaknya di pinggir sungai ), tonjolan – tonjolan batu tak beraturan, dan entrapment ( jebakan ). Bentuk undercur yang dalam dan panjang sering disebut saringan karena benda apa pun yang masuk ke dalamnya, sekalipun bisa keluar, akan keluar dalam bentuk serpihan – serpihan seperti habis dicincang. Namun bila terjebak di arus undercut yang tidak terlalu dalam, para rafter bisa keluar dengan menggunakan teknik bola atau renang hole.

LOKASI WISATA ADRENALIN DEKAT SURABAYA


Obech Rafting Pacet

Saya sendiri baru mengetahui ada Rafting di Pacet (Mojokerto – Jawa Timur) ya tanggal 6 Februari kemarin. Sebelumnya ceritanya papa saya ngajak rafting yang diadakan acara kantornya, karena saya minat kepingin dan mumpung pas libur, jadinya ya langsung saya iyakan meski tak tahu raftingnya dimana.

Biasanya kan rafting gini di sungai-sungai Probolinggo, selalu identik dengan famous-branded-rafting layaknya Noars, Songa, Regulo, dan lain-lain. Eh ternyata ini di Pacet men. Di pegunungan gitu, ga nyangka kan. Mana udara ama anginnya udah kayak di kutub utara, air sungainya juga udah jelas dingin banget kayak air es zzzz frozen, kemarin saya cuma celana pendekan pula brrrrr.

Namanya Obech, tempatnya di Kawasan Wisata Alam Bandulan, Pacet, Mojokerto. Tidak hanya menyediakan rafting saja, mereka juga ada flying fox, outbond, camp, dan lain-lain. Untuk rafting sendiri, yang saya tahu sih ada 2 macam jalur/trip rafting yang bisa dipilih, satu yang landai dan satunya lagi yang curam — masing-masing ada namanya sendiri saya lupa namanya kalo tidak salah yang satu “Gajah Mada” yang satu lagi “Amukti” — gak tau juga sih tanya aja sama petugasnya hehee. Karena ini saya lagi family trip dan baru pertama kali rafting, jelas saya ya pilih yang landai hehe.

Untuk berafting anda harus menggunakan sandal bertali, contohnya sepatu sandal. Atau jika anda tak punya bisa memakai sandal jepit yang anda punya, nantinya diikat menggunakan tali rafia (disediakan obech). Di sana mereka jual sepatu sandal (Rp 75.000) dan sandal jepit (Rp 10.000) juga kok. Tidak disarankan memakai celana berbahan jeans (tapi kemarin saya sih nekat aja pake jeans heheehe, gapapa juga kok, asal celana jeans pendek ya).

Satu boat untuk trip landai ini diisi 4 orang dan 1 guide. Kebetulan saya dengan papa-mama saya dan seorang anak kecil kelas 1 SD anak teman papa saya. Lumayan menyenangkan lah, seru abis kok, tapi sayang sungainya di sini banyak batunya, jadi dikit-dikit kesandet batu gitu jalannya. Untung guide saya waktu itu cekatan pinter — saya lupa namanya padal dia udah mengenalkan diri dari awal. Salut buat mas nya, dia berhasil mbalap 5 boat berturut-turut yang udah jalan duluan di depan dari awal, wow !

Di tengah-tengah trip ada rest area, semacam tempat pemberhentian sejenak untuk meredakan ketegangan anda berafting ria, bentuknya kayak gubuk/warung gitu. Disitu kita mendapatkan suguhan teh hangat dan jajanan pasar — apa lupa namanya. Duduk-duduk sebentar istirahat lalu lanjut lagi petualangannya hehehe.

Di trip landai ini yang paling seru dan “menjual” adalah adanya 2 turunan curam buatan (buatan dari perairan pemerintah, semacam dam) dengan tinggi sekitar 2,5 meter (kata mas nya) dan derajat kemiringan (dari prakiraan saya) mungkin sekitar 30 derajat — kurang sepertinya 25 apa 20 mungkin ya. Disitulah klimaks dari trip ini. Tapi bila anda bernyali ciut dan tidak mau mencobanya, maka anda dapat naik ke daratan dan berjalan di samping sungai, ada jalannya. Oh ya kadang bila satu boat anda isinya seluruhnya orang dewasa, si guide bisa saja lho ngerjain anda-anda semua dengan sengaja membalikkan boat anda di turunan itu heehehe !!

Setelah trip selesai, kita dinaikkan pick-up terbuka untuk kembali ke camp. Eh kemarin tepat saya pulang eh kok pas tiba-tiba hujan deras, nggak kebayang rasanya kedinginan di atas truk terbuka berjalan (yang pasti anginnya was-wes-wos) di pegunungan.

Untuk trip landai ini memakan waktu kurang lebih sekitar 2 jam, sedangkan (kata guide saya) trip yang curam bisa memakan waktu hingga 3 jam lebih. Batasan usia yang diperbolehkan untuk trip landai ini yang paling kecil adalah 5 tahun ! Dan untuk trip yang curam adalah 7 tahun ! Asalkan anak-anak kecil itu memang berani dan tidak meminta kembali bila sudah berada dalam boat yang sudah jalan (ya udah terlanjur jalan, gimana caranya kembali, gak bisa lah, sekali naik ya udah harus sampe selesai). Weitts by the way, anak kecil 5 tahun yang di boat saya itu malah ketawa-ketawa kegirangan lho selama trip, sementara ada anak kecil lainnya yang menangis.

Kita juga dapet fasilitas foto, di beberapa spot bakal ada fotografer dari Obech yang siap mengabadikan momen kita berafting. Foto-foto diatas itu semua foto saya dan keluarga hasil jepretan fotografer Obech.

Untuk price saya juga kurang begitu tahu ya, karena semua sudah diurusi kantor papa saya, mungkin bagi anda yang berminat bisa langsung ke website nya di KLIK DISINI atau telpon marketingnya di (031) 71453654, 0817585446, 081357225708

Mungkin lain waktu saya akan kembali ke sini lagi hehehe.

 

Sumber


LOKASI WISATA ARUNG JERAM SUNGAI KROMONG PACET MOJOKERTO


LOKASI WISATA ARUNG JERAM DEKAT KOTA SURABAYA

Sungai Kromong (Kromong River) dikenal sebagai tempat rafting yang terbaru dan terlengkap di Jawa Timur, karena dilengkapi dengan wahana outbound untuk anak-anak dan dewasa, dekat dengan wana wisata air terjun dan pemandian air panas Pacet serta banyak penginapan yang representatif

Rafting merupakan olahraga favorit bagi wisatawan yang liburan di Jawa Timur. Olahraga arung jeram ini memberikan tantangan yang memikat dan juga memacu adrenalin setiap peserta.

Kromong River Rafting menawarkan sensasi beda dan tentunya sangat menantang untuk dicoba. Sungai ini memiliki beberapa jeram yang menantang dan memacu adrenalin Anda.
Jarak untuk rafting sendiri kira-kira berjarak 6 kilometer dan dapat ditempuh dalam waktu 2,5 jam. Di sepanjang perjalanan menyusuri derasnya sungai ini, Anda akan dimanjakan hijaunya pemandangan di kiri dan kanan.

Sungai ini juga memiliki beberapa air terjun kecil yang bisa digunakan untuk tempat photo-photo. Saksikan juga keindahan alam Pacet di sepanjang pengarungan yang merupakan Maha Karya Sang Pencipta Alam Semesta yang bisa dijadikan backdrop untuk ambil photo.

Rafting di sini sangatlah aman dan pastinya ditemani instruktur berpengalaman.

Bagi anda yang ingin rafting di Sungai Kromong, Pacet, Mojokerto, silahkan hubungi : Mas Bagus (031) 71453654, 081357225708, 081758446

atau silahkan kunjungi ARUNG JERAM MOJOKERTO